|
Bayangkan seluruh dunia mengutuk dan mencaci elo karena elo selalu tampil cool (ilustrasi: berjalan dengan dagu rata-rata air, pandangan lurus ke depan dengan sorot mata tajam, langkah panjang dan pasti, di sekeliling orang-orang menelan kembali sapaan yang sudah setengah terlontar). Bayangkan elo punya tato bagus nangkring di kuping lo (yang nggak semua orang punya) dan seluruh dunia yang sangat gak bisa menerima perbedaan, orisinalitas, dan kadung dimanja sama kemapanan ini ngatain elo sok cool pake tato segala. Dikuping pula... Anjiiiiisssssss......... Pikiran pertama yang muncul di kepala gue adalah: 'Dasar sirik! Gak terima gue lebih cakep dari elo?' Saran paling banyak yang gue terima adalah: 'Bar, elo tuh ganteng. Tapi lo akan lebih ganteng lagi kalau senyum!' Ok..masuk akal. Kecil! Gampang! Toh... orang-orang pelit senyum, nampak cool dan karenanya digilai banyak orang hanya ada di film. Nicolas Saputra nggak senyum di AADC karena pribadinya emang bermasalah (tapi coba yang ini: Sylvester Stallone senyum! Yucks! Mungkin memang di dunia ini ada beberapa orang yang nggak boleh tersenyum untuk menjaga keseimbangan putaran bumi). Pribadi gue gak bermasalah, dan kerja otot wajah gue normal untuk tidak menciptakan senyum yang mengerikan. Seorang Barrie yang tersenyum mungkin akan menambah kontribusi ke perdamaian dunia! Dan baiklah gue mulai belajar senyum. 'Seneng banget dengerin Barrie ketawa. Hwahwahwa-nya renyah banget.' 'Bar, lo tuh autis ya? Ketawa ato ga ketawa sama aja. Lempeng banget!' 'Mas Barrie, kalo senyum manis banget. Tapi matanya nggak ikutan senyum.' AAAAAARRRRRRRGGGGGHHHHHHHHH!!! Must be something inside me! Mungkin gue titisan seorang kepala suku Indian secara orang Indian sejak lahir procot dilatih untuk tidak mengekspresikan apapun yang dirasa. |
| wens December 31, 2008 08:32 PM PST "lahir procot" ya? baru denger gue istilah itu | ||
| Leave a Comment: |