Entry: Telor Ceplok Setengah Mateng Wednesday, December 13, 2006



Zzaapp! Tiba-tiba gue dapat tawaran kerjaan yang nggak mungkin gue tolak: 2 kali gaji sekarang!

Ting..ting..ting.. Tang-itung-itang-itung hasilnya adalah: gue ambil kerjaan itu!

Zzaapp! Balik ke dua tahun yang lalu waktu seorang Barrie yang Sarjana Akuntansi datang ke Jakarta dengan naifnya pengen berkarir jadi penulis. Nggak ada portfolio, nggak ada pengalaman di bidang kreatif. Yang tertulis di CV adalah sederetan organisasi SMA, universitas dan gereja yang (pengennya) bisa jadi nilai jual utama. Ijasah S1 Akuntansi dari Universitas Negeri? Sudahlah... Gue sadar bahwa gue ternyata gak suka accounting sejak kuliah semester lima, di hari wisuda gue udah bersumpah gak akan nyusahin diri gue untuk nyemplung lagi di dunia akuntansi, gue bilang sama Nyokap bahwa gue mau jadi penulis!

Zzaapp! Nyampe Jakarta dengan duit 300 ribu perak, dikurangi ongkos kereta. Seminggu dari kedatangan gue, sebuah pekerjaan sudah menunggu: jadi publicist sebuah film indie berkat rekomendasi seorang teman. Pertanyaan gue adalah: Di Jakarta, 245 ribu bisa tahan berapa lama ya? Sebab gaji pertama gue yang cuma-bisa-buat-makan-ga-bisa-buat-pacaran itu baru akan ditransfer sebulan kemudian, tentunya! Makasih buat bos gue yang nyediain makanan di rapat-rapat yang sedemikian sering sehingga gue bisa menjaga endurance sisa duit gue. Makasih buat temen-temen serumah yang dengan suka hati gue tebengin taksinya, traktiran makan siangnya, makan malamnya, semuanya...

Zzaapp! Gue ngelamar di sebuah PH internasional yang waktu kecil dulu suka gue liat logonya diakhir acara-acara kuis, yang produk paling mutakhirnya adalah tontonan wajib gue dan jutaan orang lain di berbagai belahan dunia. Siapa yang nyangka bahwa blog gue ini adalah pembawa berkah itu, saudara-saudara? Si penginterview, orang Singapore yang karena namanya sempet gue sangka adalah seorang Madam tapi ternyata laki-laki, gue sodori print-out tulisan-tulisan terbaik dari blog gue ini, dan ternyata langkah ini terbukti jitu dalam pengambilan keputusannya untuk mempekerjakan gue di perusahaannya!! Hampir dua tahun gue bertahan di perusahaan yang sangat kompetitif ini. Gaji naik...naik..naik..dan naik...

Zzaapp! Kembali ke kekinian. Gue menimbang-nimbang, membolak-balik diri gue, dan menemukan analogi yang kiranya mirip-mirip dengan perjalanan hidup gue: telor ceplok setengah mateng! Orang bilang, telor yang begini yang menyehatkan. Gizinya masih tinggi. Proteinnya masih terjaga.

Terus kapan gue mateng? Pekerjaan ini berbeda sekali dengan apa yang selama ini gue lakukan. Belum mateng di sini, udah pindah ke sana.. Gimana gue mateng? Siapa yang menyerap gizi dari kesetengah-matangan gue?

Tapi juga, kalau gue mateng di sini, tapi hangus oleh penyesalan karena nolak tawaran yang sepanas 2 kali gaji gue sekarang, siapa juga yang mau makan telor gosong?

"Tenang Bar, nggak satupun manusia yang pernah mati dalam keadaan komprehensif," dulu seorang teman pernah berkata..

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments