There's nothing right or wrong but thinking makes it so. - Shakespeare

Sunday, December 03, 2006
Stop, Forrest! Stop!

Sabtu siang.

Jakarta mendung sejak pagi. Matahari nggak lagi garang, cuaca yang baik untuk pergi potong rambut di salon langganan.

Sampai di salon gue di keramas. Yang biasanya motong rambut gue nggak ada, dan mbak-mbak yang ngeramasin rambut gue seperti baru belajar ngeramasin orang. Garukannya gak mantap, tapi..well...toh tadi gue udah keramas waktu mandi pagi. Dan lagi cuaca terlalu bagus untuk dikeluh kesahi tentang tetek bengek pencucian rambut.

Sesi keramas selesai.

"Dirapihin aja kan kaya biasanya?"

Iya, bang... ummm... eh bang, kalo di potong tipis gimana?

"Bagus tuh kayanya, bentuk kepalanya bagus kok, nggak tepos."

Masa sih bang? Potongan yang biasa udah bertaun-taun nih...gak berani ganti, secara rambut saya kan susah banget dimacem2in..

"Pinggir sama belakangnya aja dulu yang dipotong, nanti kita liat atasnya, baru diputusin.."

cekriss..cekriss..cekriss..

deg...deg...deg...

cekriss..cekriss..cekriss..

deg...deg...deg...

Mending merem deh!

"Atasnya bagus juga kok dipotong, nggak ada masalah..."

Buka mata..

Pinggirannya sih udah ok, Bang... yakin nih atasnya dipotong juga? Di belakang keliatan pitaknya nggak? Ibu saya bilang dulu waktu kecil saya sering bisulan di kepala.

We're talking about my fate, here... Wajah gue terpampang di kaca, dua pasang mata memandangi pantulan kepala gue dengan sangat serius. Mata gue dan mata si tukang potong.

Lalu mata gue mencari-cari keyakinan dari mata si tukang potong.

"Bagus kok... nggak masalah..."

Gue merem lagi. Suara rambut terpotong oleh pinggiran gunting yang tajem rasanya seperti setan-setan neraka yang melolong minta apinya lebih dipanasin lagi...

"Udah... bagus kok... Maco!!"

Jantung gue gak berdegup lagi.

Sing tabah, yo, le...sing kuat, cah baguuuss... 

Hap... hayo buka mata!

Life is a box full of chocolates.

Yea right! Like you'll never know what kinda hair cut you're going to get from a barber shop! AAAARRRGGGGGHHHHH!!!

Gue menguap..

Gue menyublim..

Apa aja yang bisa bikin gue menghilang!


Posted at 12:41 pm by KupingNaga
What say you? (3)  




Tuesday, August 22, 2006
Me versus....

TRUST


Posted at 02:14 pm by KupingNaga
What say you? (2)  




Friday, August 04, 2006
Precious Day!

Aduh.. hari Jumat! Hari Riweh Nasional, Hari Cape Nasional, Hari Pulang Pagi Nasional, Hari Thank God It's Friday-My Ass Nasional!!

 

 

Tetapiii..................iiiiiiiii....

 

 

Besok My Precious dateng! Asik..asik..asik! Katanya sih lagi jerawatan dan gak pede karenanya. Aduh, sayang... Cintaku udah kadung jauh ngelewatin batasan-batasan itu. You're just perfect for me. Lagian cuma jerawat kan?

"Nggak dapet tiket pesawat, Be. Hari ini udah abis semua.."

Ya udah kan bisa ditunda datengnya... (sedikit kecewa)

"Tapi aku mau naik kereta aja! Malem ini berangkat. Weeeww.."

Haduh? Naik kereta? Malem ini? Jam berapa nyampe? Pagi dong?

"Jam 6 pagi. Lebih gampang kan jemputnya di Gambir."

Itung..itung..itung... Nanti selesai kerja jam 1 pagi dalam keadaan pegel ga karuan. Besok ada Press Conference di Hilton jam 12, terus ada acara off air di plaza EX. Hmm... nyisain 4 jam tidur dalam keadaan sangat cape.

"Kenapa? Kepagian ya jam 6?"

Engg... gak! Gak kok.. cuma ngorbanin sedikit waktu tidurku.

"Ya udah jam 7 aja, aku nunggu di Gambir sejam."

Kebayang Precious colohok bengong dan cengo nunggu di antara kehijauan dinding Gambir. Leher pegal, otot kaku, muka berminyak karena terkurung AC gerbong kereta api. No way... jerawat-jerawat itu akan makin menggila dan bikin yayangku jadi makin ga pede.

Enggak. Aku jemput kamu jam 6.

"ASIK!! Oke, ya udah...sana tutup teleponnya! Mahal!"

I love you, precious.

"Love you too, Be.. Awas ya kalo sampe ilfil gara-gara aku jerawatan!"

Yiiiihhhaaaa!!!!


Posted at 01:44 pm by KupingNaga
What say you? (2)  




Wednesday, August 02, 2006
Ngamuk!!

Belakangan, kejujuran itu menyulitkan.

Dunia kadung dijejali dengan cerita Hawa yang makan buah pengetahuan. Orang-orang jadi takut untuk tahu. Takut untuk memberi tahu. Takut untuk mengetahui kebenaran. Sebab Hawa diusir setelah jadi tahu.

Hawa yang tahu dikutuk sampai dadanya menggembung.

Adam yang ikutan tahu dikutuk jadi jakun yang nyempil di tenggorokan.

Dan agama dikutuk jadi racun propaganda.

Belakangan, kejujuran itu menyakitkan.

Bahkan kalimat 'I love you' udah nggak ada lagi kadar magisnya. Udah nggak lagi berkonsekwensi. Cuma jadi sugesti seperti obat tidur yang menguap ketika mata kembali terbuka.

Mungkin gue marah. Mungkin gue sakit hati. Tapi kejujuran udah terlanjur jadi kode-kode yang nggak bisa dipecahkan, dan gue merasa pantas untuk marah.

"Mungkin elo orang yang lebih menikmati kesedihan.."

Anjing!


Posted at 08:43 pm by KupingNaga
What say you? (2)  




Monday, July 31, 2006
Kubus

"Bar... kok tiketnya kelas 1? Kan kemarin gue minta tiket VIP. Gue ngajak temen gue yang bosnya bank Panin."

Kursi di VIP gak lebih empuk dari kursi di kelas 1. Bedanya di VIP lo kesorot kamera, di kelas 1 lo mesti jejingkrakan heboh biar kamera diputer ke arah lo. Lagipula tiket gratisan juga. VIP atau festival sama2 nggak ada nominalnya.

"Temen gue ini cucunya Mochtar Riady. Ga enak gue sama dia kalo ga dapet VIP. Kalo misalnya dia ga mau masuk, gue juga ga masuk ya."

Gue bela-belain lho minta tiket 4 biji buat elo. Yang ga enak gue nantinya.

"Yaa..gimana ya. Gue ga enak sih sama elo, tapi gue juga ga enak sama temen gue ini. Sebenernya dia bisa aja sih telepon yang punya stasiun TV minta tiket VIP tapi kita pikir nggak perlu deh.."

Jadi lo ga jadi masuk?

"Enggak deh kayanya."

OK. Balikin tiketnya ke gue.

Klik. Gue menyudahi pembicaraan.

Mungkin gue terlalu baik sampai ga percaya bahwa hari gini masih ada orang yang mentingin label. Sekolah tinggi-tinggi di luar negeri, mungkin lebih dari separo hidupnya diabisin di luar Indonesia. Sehari-hari ngomong pake bahasa Inggris. Tapi mentalitas tetep aja mundur ke jaman VOC masih ngerampok rempah-rempah.

"Emang kalo dia VIP person kenapa namanya nggak ada di list VIP?"

"Emang kalo dia VIP person kenapa masih minta-minta tiket ke elo?"

Gue masih mencoba untuk percaya di pelataran dunia ini masih ada aja orang yang rela hidupnya dijadikan kubus.


Posted at 04:39 pm by KupingNaga
What say you? (1)  




Saturday, July 29, 2006
July 29

Not my day

Posted at 04:09 pm by KupingNaga
What say you?  




Tuesday, July 25, 2006
With Smile...

Bayangkan seluruh dunia mengutuk dan mencaci elo karena elo selalu tampil cool (ilustrasi: berjalan dengan dagu rata-rata air, pandangan lurus ke depan dengan sorot mata tajam, langkah panjang dan pasti, di sekeliling orang-orang menelan kembali sapaan yang sudah setengah terlontar).

Bayangkan elo punya tato bagus nangkring di kuping lo (yang nggak semua orang punya) dan seluruh dunia yang sangat gak bisa menerima perbedaan, orisinalitas, dan kadung dimanja sama kemapanan ini ngatain elo sok cool pake tato segala. Dikuping pula...

Anjiiiiisssssss.........

Pikiran pertama yang muncul di kepala gue adalah: 'Dasar sirik! Gak terima gue lebih cakep dari elo?'

Saran paling banyak yang gue terima adalah: 'Bar, elo tuh ganteng. Tapi lo akan lebih ganteng lagi kalau senyum!'

Ok..masuk akal. Kecil! Gampang! Toh... orang-orang pelit senyum, nampak cool dan karenanya digilai banyak orang hanya ada di film. Nicolas Saputra nggak senyum di AADC karena pribadinya emang bermasalah (tapi coba yang ini: Sylvester Stallone senyum! Yucks! Mungkin memang di dunia ini ada beberapa orang yang nggak boleh tersenyum untuk menjaga keseimbangan putaran bumi). Pribadi gue gak bermasalah, dan kerja otot wajah gue normal untuk tidak menciptakan senyum yang mengerikan.

Seorang Barrie yang tersenyum mungkin akan menambah kontribusi ke perdamaian dunia!

Dan baiklah gue mulai belajar senyum.

'Seneng banget dengerin Barrie ketawa. Hwahwahwa-nya renyah banget.'

'Bar, lo tuh autis ya? Ketawa ato ga ketawa sama aja. Lempeng banget!'

'Mas Barrie, kalo senyum manis banget. Tapi matanya nggak ikutan senyum.'

AAAAAARRRRRRRGGGGGHHHHHHHHH!!! Must be something inside me!

Mungkin gue titisan seorang kepala suku Indian secara orang Indian sejak lahir procot dilatih untuk tidak mengekspresikan apapun yang dirasa.


Posted at 01:23 pm by KupingNaga
What say you? (1)  




Monday, July 24, 2006
Puting Beliung

Ahhhhhhhh...... (sebuah pembukaan blog yang sangat tidak menarik, sebenarnya.)

Inget-inget kemarin. Hidup gue seperti beliung yang nggak abis-abis. Nyokap dateng sama ade gue, bawa komputer untuk dititipin di tempat gue. Well..not bad. Ada sub woofer speaker-nya jadi gue bisa sepuasnya muter CD Sting gue yang rupanya sudah lama empet karena nggak pernah dimainkan dengan soundsystem yang layak. (Pak Gordon, maaf ya... toh file-file lagu kamu termainkan dengan sempurna oleh kecanggihan i-Tunes saya. U're still the god!)

Pemikiran tentang i-Tunes yang sudah seminggu lebih mati-matian gue blok dari otak gue tiba-tiba menyerukan satu nama: Cutie White! Gosh....kangen banget gue dengan Cutie White gue. Gak pernah nyangka bahwa benda satu ini bakal ngegedor-gedor kepercayaan gue, menggoyahkan ego gue sampai akhirnya luluh lantak. Cutie White dan kepentingan-kepentingan terhadapnya sukses meluluh-leburkan segala idealisme gue tentang kepercayaan dan harga diri.... (gue sadar betul paragraf yang satu ini nggak memenuhi kaidah kausalitas. Gak kuat hati gue buat ceritainnya)

Stress gue membawa ide untuk karaokean bareng temen-temen kuliah gue yang lagi ngadain reuni kecil. Not bad, gue berhasil mencengangkan mereka dengan suara emas gue. Well... emang sih tujuan gue salah satunya adalah untuk sedikit show off. Dan emang berhasil ngangkat mood gue yang ancur berantakan. Pulang dari karaoke, suara gue serak tapi bangga! (Sepanjang jalan ke  halte busway hati gue terus mendendangkan lagu-lagu kemenangan)

Gue pikir puting beliung sudah selesai untuk hari itu. Mood udah ngangkat balik... sampai akhirnya datang sms-sms aneh yang sukses berat ngancurin hati gue. (satu lagi yang nggak berkaidah kausalitas. Maaf, hati gue nggak kuat buat cerita)

Kebohongan.

Mungkin karena kejujuran begitu menakutkan.

Tapi kepercayaan yang hilang lebih nyakitin. Seperti ingatan, butuh benturan yang keras dan pasti sakit untuk menghilangkannya.

Apa gue yang terlalu naif, ya? Ada seorang teman yang selalu bilang: 'jangan lekas percaya sama orang.' Dulu gue menganggap teman gue ini orang yang kelebihan muatan negatif, dan gue membanggakan personality gue yang positif, menganggap semua orang baik adanya.

Mungkin harus gue pertanyakan lagi.

Hhhhhhh.... (sebuah penutupan blog yang tidak menarik. Depresif dan tidak berkesimpulan)


Posted at 03:45 pm by KupingNaga
What say you? (1)  




Wednesday, July 19, 2006
Kaktus Bunting

Ibarat taneman, blog gue nyaris seperti kaktus. Bukan maksud mau bikin joke garing semriwing, tapi gue pernah punya pengalaman dengan kaktus yang nyaris sama nasibnya dengan blog gue: ditinggal.

Jadi, dulu gue pernah membeli sebuah kaktus mini dari sebuah mal di Surabaya. Yang gue pikirin waktu itu:

  1. Kamar kos gue yang damai tapi gersang, kayanya sebuah kaktus mungil nan lucu dengan kepala merah berduri bisa bikin kamar gue terasa gersang tapi berkaktus.
  2. Gue butuh sesuatu buat dipiara. Kala itu orang-orang ramai dengan piaraan elektronik bermerek Tamagochi, secara gue adalah seoang anti mainstream maka kaktus adalah komplementer yang baik untuk ngeles dari tuduhan peniruan.
  3. Kaktus kan tanaman gurun, jadi ga ribet harus nyiramin tiap hari. Kalopun harus nyiram, penjualnya bilang si kaktus lucu ini cuma butuh satu sendok teh setiap harinya.

Maka, pulanglah bersama gue si kaktus. Di sepanjang jalan gue berpikir keras nyari nama yang tepat buatnya.

Dan jadilah kesayangan gue itu tersirami setiap harinya dengan satu sendok teh air pegunungan alias Aqua. Makin lama-makin gede dan makin lama gue makin sayang. Sepentul puting merah muncul dari kehijauan batang si kaktus: bakal kepala merah yang baru! Aih! Makin jadilah cinta gue, serasa jadi calon bapak muda! Emaknya gue manja dengan dosis air pegunungan yang makin royal.

Dan tibalah liburan semester! Packing..packing..packing... Kaktus cantik udah gue siapin, dan berangkatlah gue pulang.. Seminggu, dua minggu, tiga minggu... Smeinggu lagi gue udah harus balik Surabaya. Tiba-tiba gue inget sesuatu...

..............SI KAKTUS DI MANA???................

Seminggu berlalu, gue sampai di depan pintu kos. Lunglai kehilangan si kaktus yang semoga kebawa sama pecinta tetumbuhan yang satu kereta sama gue waktu itu.

Bahkan gue belum melihat sepentul puting merah itu membesar...

Kamar gue berasa kering kerontang. Kembali gersang, kali ini tanpa damai sebab hati gue rusuh diombang-ambing nasib si Kaktus.

Bahkan gue belum sempet nemu nama buat dia...

Mak gedabruk gue jatuhkan punggung ke kasur busa kos-kosan, dan pada saat yang sama mata gue tertumbuk pada sesuatu di antara bantal dan tembok kamar.

Pot kecil tempat si Kaktus menjejakkan akarnya.

Selanjutnya adalah hal yang sama seperti ketika Clarice Starling mengautopsi mayat korban pembunuhan Buffalo Bill: batang mengering dan keriput dari sebuah kaktus mati. Warna kulitnya nggak lagi hijau tapi kuning kecoklatan seperti kulit tahu kepanasan kena minyak goreng.. Kepala merah itu menghitam, sepentul puting merah tinggal setitik nila di kerutan kuning mengering.

Enuf with the graphics..Gue sakit hati!

Ternyata blog gue lebih tangguh dari si Kaktus tak bernama itu! Masih setia menunggu pemikiran cemerlang, kisah-kisah menakjubkan, hingga keluhan-keluhan depresif gue yang sudah lama kehilangan kemewahan untuk menikmati bakat autis gue.

No pay no game, kata Paman Gober. Blog gue ga akan kisut kering di tengah carut marut dunia perblog-an!

Halah!

 


Posted at 02:46 pm by KupingNaga
What say you? (4)  




Friday, December 23, 2005
Hopephobia

Kadang gue ngeri sama harapan gue.

Apalagi ketika kayanya gampang banget untuk ngeraihnya, sebab gue jadi paranoid. Coz it's never been this easy.

 


Posted at 01:57 am by KupingNaga
What say you? (1)  




Previous Page Next Page


KupingNaga
Name:
Barrie

Age:
Mid 20's

Religion:
What the..???!! @*#%$ !!!

Sex:
Yes, please

Location:
Either your place or mine

Occupation:
Occupied

Interests:
Omnifreak. I'm interested to anything good

Personality:
Psycoanalize me, i'll freak the hell out of you
   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

B E E I S M

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed