There's nothing right or wrong but thinking makes it so. - Shakespeare
Tuesday, June 28, 2005
ACHTUNG!
IMPIAN KEMARAU (THE RAINMAKER)
PRESS RELEASE
Impian Kemarau (The Rainmaker) karya Sutradara Ravi Bharwani berhasil memenangkan penghargaan Best Film untuk kategori Asian New Talent Award di ajang The 8th Shanghai International Film Festival yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juni 2005. Impian Kemarau menyisihkan sembilan film dari negara-negara Asia lainnya, termasuk film unggulan The Story Undone karya sutradara Iran, Hassan Yektapanah. Dewan juri yang terdiri dari Jia Zhangke, Adoor Gopalakrishnan, Joan Chen, Emanuel Levy, dan Lee Myung-Se memilih Impian Kemarau sebagai film terbaik karena berhasil memadukan kehalusan tradisi Asia dengan semangat eksperimental. Piala penghargaan diserahkan langsung kepada Ravi Bharwani oleh Joan Chen dan aktor Holywood, Brendan Fraser. “Setelah bertahun-tahun, akhirnya ada film Indonesia yang meraih penghargaan di ajang festival film internasional,” komentar John Badalu, yang turut menyertai Ravi Bharwani ke Shanghai. Ravi Bharwani sendiri tidak menyangka bahwa filmnya akan menjadi pemenang. “Saya pikir mereka salah ketika mengumumkan nama pemenangnya. Saya tidak pernah mengira akan datang dan menang. Dari awal saya sudah tahu bahwa ini film yang sulit. Film ini mendapat reaksi ekstrim dari penonton: suka atau tidak suka sama sekali.” Awalnya Ravi Bharwani tidak berencana untuk datang ke Shanghai, namun dengan dukungan dari KADIN di Shanghai dan Garuda Indonesia, akhirnya ia berkesempatan untuk menghadiri festival tersebut.
Impian Kemarau adalah sebuah kisah mengenai 3 manusia, dengan tujuan hiidup masing-masing ,
yang berinteraksi di sebuah desa yang tandus dan kering.Johan, seorang meteorolog yang sedang berusaha membuat hujan buatan agar bisa membasahi daerah yang tandus itu. Asih, penyanyi sinden yang suaranya telah menjadi oase bagi Johan. Pembantu Asih yang mengabdikan dirinya tanpa pamrih kepada sang sinden. Bertolak belakang dari pendekatan Johan akan hidup, sang pembantu lebih sebagai pengamat, menerima dan menjalani hidup tanpa bertanya ataupun berharap. Impian Kemarau adalah sebuah film "mood" dan atmosfir yang membebaskan penontonnya untuk menikmati pengalaman akan ilusi yang ditawarkan oleh film. Untuk “merasa” dan bukan sekedar “melihat”. Mood dan atmosfir ini dihantarkan melalui visual-visual puitis namun kuat oleh sinematografer handal Yudi Datau dan penataan artistik yang digarap Manfo Tantono.
Ide cerita, menurut co-producer M. Abduh Aziz, muncul pada tahun 1998 pada saat terjadi perubahan mendasar di Indonesia. Pada fase itu muncul harapan-harapan akan adanya keadaan yang lebih baik, namun pada kenyataannya harapan-harapan itu kemudian menjadi terlalu besar dari yang bisa diberikan. Ide ini kemudian dikembangkan ke dalam skenario oleh Armantono, M. Abduh Aziz, dan Ravi Bharwani sendiri. Produksi ditangani oleh Ravi Bharwani bersama-sama dengan Salto Films dan Cinemasphere. Aktor-aktor yang terlibat dalam produksi ini antara lain adalah Levie Hardigan, Clara Shinta, dan Ria Irawan.
Impian Kemarau yang merupakan karya pertama dari Ravi Bharwani menghabiskan waktu 5 tahun untuk pembuatannya akibat tersendat oleh kesulitan dana. Ravi Bharwani yang juga merangkap sebagai produser tidak memungkiri bahwa film ini memang berdana rendah dan seringkali tersendat dalam penyelesaiannya, namun ia berusaha untuk tidak mendramatisir perihal kekurangan dana ini. “At the end, it’s about the right timing.” Dengan bantuan dari Hubert Bals Foundation, Ravi akhirnya dapat menyelesaikan film ini. Demikian juga dengan pendistribusiannya, Ravi Bharwani tidak berharap bahwa Impian Kemarau akan meledak di bioskop-bioskop, mengingat bahwa sejak awal pihak bioskop tidak memberikan tanggapan ketika Ravi menawarkan Impian Kemarau. Dengan semangat agar filmnya dapat diterima seluas-luasnya oleh masyarakat, bersama enam film Indonesia lainnya (antara lain Yazujiro’s Journey karya Faozan Rizal dan Arisan! karya Nia Dinata) Impian Kemarau akhirnya diputar untuk pertama kali untuk publik di Pusan International Film Festival 2004, Korea Selatan, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk berkompetisi di ajang film paling bergengsi se Asia tersebut. Kang So-won dari Pusan International Film Festival mengklaim bahwa “Ravi Barwani is surely a film-maker for the next generation.” Dalam perjalanannya, film Impian Kemarau diputar di festival film internasional lainnya, yakni:
· Jakarta International Film Festival 2004 (JIFFEST)
· 3rd Q! Film Festival 2004 dan 2005 di Jakarta and Jogjakarta
· Bangkok International Film Festival 2005 (in competition)
· 34th Rotterdam International Film Festival 2005(official selection)
· 7th Barcelona Asian Film Festival 2005 (official selection)
· 8th Shanghai International Film Festival 2005 (in competition)
· Pacific Meridian Film Festival - Russia
Mendapat ulasan dan tanggapan yang sangat baik oleh penonton di berbagai festival film internasional, Ravi Bharwani tetap menginginkan agar Impian Kemarau dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, sebab bagaimanapun film ini tidak dibuat khusus untuk festival. Lebih lanjut, saat ini Ravi Bharwani dan M. Abduh Aziz bersama dengan tim publikasi Impian Kemarau tengah mematangkan rencana untuk mendistribusikan film ini dengan cara roadshow ke kampus-kampus di berbagai kota di Indonesia. Roadshow ini bertujuan untuk memberikan alternatif tontonan berkualitas yang berbeda bagi publik di negeri sendiri dan memberikan akses kepada publik di negeri sendiri terhadap film yang sudah diakui oleh masyarakat internasional lewat berbagai festival.
Bagi anda yang belum sempat menonton film ini, Impian Kemarau akan diputar untuk kalangan pers dan umum, diikuti dengan konferensi pers dengan keterangan sebagai berikut:
Tempat : GALERI OKTAGON
Jl. Gunung Sahari Raya No. 50A
Jakarta Pusat
Telp. 021 8573388
Hari / Tanggal : Sabtu, 9 Juli 2004
Waktu : 14.00 WIB – selesai
Acara : Pemutaran film Impian Kemarau dan Konferensi Pers.
Dalam acara tersebut akan hadir Ravi Bharwani (sutradara, produser, dan co-writer), M. Abduh Azis (co-produser, co-writer), Shanty Harmayn (co-producer), Clara Shinta (aktris), serta crew Impian Kemarau. Tidak dipungut biaya bagi siapapun yang mengikuti acara ini.
Untuk konfirmasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
-nauval himself- June 30, 2005 07:30 AM PDT my heartiest congratulatory note to the makers of the film, look forward to seeing it someday, soon i hope.