There's nothing right or wrong but thinking makes it so. - Shakespeare

Thursday, June 02, 2005
Jakarta, State of Mind

Bagi jiwa yang mencari, adakah Jakarta menyediakan diri?

Gue melihat dan merasakan Surabaya sebagai lukisan hitam dan putih. Beberapa titik merupakan persinggungan dua warna itu menciptakan area abu-abu yang menyesatkan persepsi. Merasa sebagai coloured-spirit, gue selalu berkata: ‘I don’t feel that I belong here in Surabaya.’

 

Adalah Jakarta, yang kemudian jadi tujuan gue untuk persinggahan berikutnya. Gue merasakan vibra yang ‘menghidupkan’ saat satu atau dua kali gue melakukan kunjungan singkat ke Jakarta. Beberapa teman menyatakan keberatannya dengan alasan klasik bahwa Jakarta adalah kota yang keras, bahwa gue tidak hanya membutuhkan kekuatan finansial yang lebih tapi juga mental yang kuat untuk bisa bertahan.

 

Gue ga mau mengisi hidup gue dengan survival doang. Justru di sini (Surabaya) gue cuman bisa surviving sambil nunggu waktu untuk pergi. Surabaya ga menyediakan kehidupan yang penuh buat gue.

 

Dan demikianlah kekosongan bekerja, lubang hati yang selalu minta dipenuhi, akhirnya kembara pikiran membawa raga gue meloncat sampai ke Jakarta.

 

Welcome to the city. Embrace the madness.

Sambut seorang teman lewat sms.

 

Tapi gue penuh dengan harapan, karenanya gue terbuka seluas-luasnya terhadap segala macam kegilaan: gue lantang menantang Jakarta. Berkelana sepanjang jalur Busway yang menentramkan hati sebab kecil kemungkinannya untuk kesasar, musuh besar kaum udik. Kemegahan sepanjang jalan Sudirman menjadi pemuas mata dan pemenuhan sumur-sumur ego yang kerontang: bekal cerita pada sejawat di daerah. Ini kota urban, Bung! Segala yang kau cari ada di sini, dibalut neon dan musik dalam dinding yang kedap. Berbaur laser yang menembusi udara pekat dan musik yang ragam rancaknya. Warna-warna kulit bercampur di jalan-jalan panas yang terik mencekik. Ini kota yang malamnya meriah oleh ekstrim-ekstrim hidup, menggelung di setiap sudut sejauh mata mencapai. Kesedihan yang menghidupkan, kesenangan yang siap dirayakan. Segala bauran hidup menuntut keluasan pikir dan pengetahuan. Urbansila lebih mengakomodasi daripada Pancasila yang sesak.

 

Betapa gue merasa siap untuk dibabak-belur menangkapi kesemuanya.

 

Tapi antisipasi tentu saja selalu berdasar pada historical experience dan perhitungan detil masa lalu. Kejutan selalu menjadi titik hilang yang seringkali muncul sebagai warna primer di luar dugaan dan intuisi yang kelewat naif buat ukuran Jakarta.

 

Jakarta menyimpan kebaikannya tinggi-tinggi, terlihat seperti onggokan gunung di kejauhan yang bagus dan biru akibat lapis-lapis partikel udara dan kerja optik penglihatan. Dan ketika gue coba menembus jaraknya maka satu per satu hantaman mulai membabak belur.

 

Pertahanan gue mulai bergetar.

 

Kebebasan.

Candu budaya.

Kekuasaan.

Nafsu.

Ke-bokek-an.

Pertemanan.

Kemapanan.

Seks.

 

….

 

Ya, Jakarta penuh dengan kehidupan. Waktu tidak cukup untuk mengenali sebuah Jakarta, mengingat gue tidak tumbuh bersama Jakarta. Keluasan hati gue masih juga harus dibobol untuk menerima segala macam paradoks dan anomali-anomali lainnya. Pikiran gue harus dibedol untuk bisa berbaik-baik dengan hantu-hantu kota yang kadang menyelinap dari kesejukan mal super mahal dan mengikuti gue sepanjang trotoar jalan protokol. Gue harus menahan diri untuk menghindari adiksi kronis bernama life-style, tapi di lain waktu justru gue harus merengkuhnya erat-erat agar dapat menyatu dengan denyutnya.

 

Jakarta sedemikian sureal, begitulah suatu hari pikiran gue mengucap. Tidak lagi dua warna, tapi berjuta, mungkin bermiliar, bertrilyun, berbilyun…infinitive. Sebuah semesta yang merangkum himpunan-himpunan absurditas yang saling silang. Abu-abu hanyalah sebuah partikel atom yang menempel erat pada partikel lainnya yang sambung-menyambung saling berdenyutan dan bersenyawa. Jakarta adalah rumus fisika yang belum ditemukan, hitungan statistik yang selalu berdeviasi, buntalan mental yang tidak terbungkus oleh psikoanalisa, doa yang lupa ditulis di semua kitab, sosio yang tidak terangkum penuh dalam filsafat dan falsafah.

 

Dan gue masih berevolusi di dalamnya.

Masih akan terus.


Posted at 03:07 pm by KupingNaga

Haucuen a.k.a Moi
June 3, 2005   03:13 PM PDT
 
Gua cuman keingat satu line lagu, lupa judulnya tapi keknya Betawi-betawi gitu dech!!

"Jakarta punye banyak cerite"

Well, as a part of it, gua selalu berasa Jakarta membawa gua ke setatus ambigu, antara senang dan tidak, antara nolak dan terima, antara sedih dan gembira, but gua setuju ma loe, kalo gua dan semua orang lain gua percaya yang di Jakarta, kita still berevolusi di dalamnya! :)

Cheers....
FireWalk
June 3, 2005   02:41 PM PDT
 
Nauval: keduluan apaan, Nauv?
-nauval himself-
June 3, 2005   12:35 PM PDT
 
sial! gue keduluan!
Zevenov
June 3, 2005   09:47 AM PDT
 
Rio, lo gak nangkep sindiran gue yah?! :p
bowo
June 2, 2005   06:41 PM PDT
 
BARRIE wellcome to the jungle!

gw dulu juga sempat kaget, sampai harus menguatkan diri untuk terus bisa idup meski banyak teman meragukan bisakan gw bertahan

toh sekarang fine2 aja, meski dulu sempat shock karena temen kos pernah bilang cinta ke gue huahahahaha!
zevenov
June 2, 2005   06:32 PM PDT
 
Perlu dicatet yah, gue nge-fans ama tulisannya, bukan orangnya...:p
rio
June 2, 2005   03:52 PM PDT
 
cieee... barrie dapet fan;).

i love the city too barrie. the mess, the glitz, everything about it.

as a life-time resident, i welcome you;).
zevenov
June 2, 2005   03:39 PM PDT
 
Damn, once again you amaze me with your letters!!
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry


KupingNaga
Name:
Barrie

Age:
Mid 20's

Religion:
What the..???!! @*#%$ !!!

Sex:
Yes, please

Location:
Either your place or mine

Occupation:
Occupied

Interests:
Omnifreak. I'm interested to anything good

Personality:
Psycoanalize me, i'll freak the hell out of you
   

<< June 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

B E E I S M

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed