Monday, December 18, 2006

Suatu malam saya dikejutkan oleh sepasang angka.
28.
Ada kerelaan yang direnggut paksa, sungguhpun begitu dunia sudah kadung gandrung pada hitungan matematika, mengalah pada bilangan sebab konon hidup perlu diukur.
Dan waktu adalah si tua
yang terlalu sombong untuk sekedar menoleh.
Jadi saya kemudian ikut berhitung, merubah masa lalu, masa kini dan masa depan menjadi berderet angka. Mengkonversikan harapan dan mimpi saya jadi satuan bilangan. Dan celah-celah besar diantaranya saya namai resiko dan keberanian.
Lalu saya marah… Sebab ternyata saya betul-betul terbatas, penuh dengan tanggal-tanggal kadaluwarsa yang menandai hari di mana saya menjadi racun dan karenanya harus dijadikan sampah.
Tapi saya pernah menjanjikan diri saya untuk sebuah jalan yang dipilih hidup untuk menemukan dirinya sendiri: evolusi. Yang tidak meninggalkan limbahnya sekalipun hati terus melompat. Dan residu-residu tetap tersimpan sebagai penanda, bukan sampah.
28
Toh tiap detik saya semakin tua.
Namun semoga semakin matang.